09 Mei 2019

Munculnya media sosial, membebaskan penggunanya untuk personalize citra sesuka mereka. Akan tetapi kebebasan tersebut nyatanya memicu ketimpangan antara dunia maya dan realita. Di mana keberhasilan suatu branding atau pencitraan berdasar keinginan nyatanya berujung dusta di dunia nyata. 

Dalam hal ini ID COMM datang ke Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita di Thamrin City pada Jumat (26/4) untuk mempertajam motif personal branding dalam lingkup yang benar. Dijelaskan Sari Soegondo, Executive Director of ID COMM bahwa mencipta personal branding akan lebih baik menjadi diri sendiri. Dengan begitu hasil personal branding bisa menjadi benang merah yang positif antara dunia maya dan realitanya karena tak berbeda jauh.

"Membangun personal branding itu kalau bisa jangan berdasar kebohongan. Jadi diri sendiri saja, sesimpel itu," ujarnya.

Sembari menyapa audiens, Sari berulang kali menanyakan motif membangun personal brand. Ya, ini dirasa penting lantaran semaraknya dunia maya lewat sosial media.

Dalam seminar ini, Sari tak sendiri. Ia ditemani sang Director, Asti Putri yang memberi prolog sebelum seminar dimulai. Untuk lihat keseruannya, tengok galeri di bawah ya! 

 

****

11 April 2019

Mereka menyebut diri mereka GOST (Girls of STARKI). Mereka adalah sekumpulan mahasiswa Sekolah Tinggi Tarakanita yang memiliki minat pada olahraga basket. Senin (8/4) dan Selasa (9/4) kemampuan mereka diuji di pentas Prasetiya Mulya Olympics atau lebih dikenal dengan Prasmul Olympics. 

Dipertandingan perdananya melawan Universitas Budi Luhur, GOST menelan kekalahan. Meski begitu, keesokan harinya, mental dan kepercayaan diri mereka berangsur membaik, walau belum menuai kemenangan ketika jumpa Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta.

Lebih dari semua itu, kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan GOST datang ke Prasmul Olympics. Menikmati fair play dan membangun mental diharap bisa menjadi pembelajaran GOST selanjutnya.

Karena ini bukanlah kekalahan, hanya sedang berjuang mempersiapkan kemenangan yang lain. Semangat terus GOST!

 

****

12 Maret 2019

Modal cantik dan menarik saja tak cukup untuk menjadi seorang Duta Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita. Setelah dibekali tentang etika dan etiket oleh Bertha Reny beberapa waktu lalu, para peserta calon duta kampus memperdalam ilmu komunikasinya lewat paparan materi soal Komunikasi Antar Pribadi oleh Yakobus Suharyono di Laboratorium Kesekretarisan, Rabu (6/3).

Menurutnya ada satu hal yang mempengaruhi komunikasi. "Untuk memulai komunikasi antar pribadi, mulailah dengan berdamai dengan diri sendiri, lalu perhatikan pula keterbukaan dari dalam diri untuk mengenal satu sama lain. Dari situ komunikasi yang terjalin akan baik," ujarnya.

Di samping itu, dosen Bahasa Inggris dan Media Relations tersebut juga menjabarkan apa saja yang jadi penghalang dalam berkomunikasi. Tak sekadar menjelaskan, Yoas (panggilan akrabnya) juga menjawab kekhawatiran peserta saat mereka merasa 'takut' melakukan komunikasi.

 

****

 

Newsletter

Make sure you dont miss interesting happenings by joining our newsletter program.

Hubungi Kami

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan untuk menghubungi staff kami.

  • SMS/ WhatsApp/ Line : 081285386710, 081285386725
  • Telp : 021-8649870, 8651764, 8651765 ext. 606
  • Fax : 021-8642115
  • Email: info@starki.id
  • Koordinat GPS Kampus 1 - 6°14'08.0"S 106°55'49.5"E
  • Koordinat GPS Kampus 2 - 6°11'40.6"S 106°49'00.1"E

Sosial Media

Kunjungi kami di sosial media untuk tetap terhubung.