Sikap Selektif di Era Banjir Informasi Digital

31 Mei 2019

PADA zaman ini, banyak informasi digital yang kadang malah bisa membuat bingung para pembacanya karena informasi yang salah. Supaya tidak salah menerima pesan dari informasi digital yang banyak beredar, Imam Budi Prasetyawan mengajak setiap orang untuk menelaah segala informasi bak digital maupun yang cetak dalam hidup sehari-hari. Ajakan ini disampaikan kepada para peserta Seminar Literasi Infomasi Digital yang diadakan Perpustakaan Sekolah Tinggi Tarakanita (STARKI) Jakarta, di Perpustakaan STARKI Kompleks Billy & Moon, Pondok Kelapa, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019.

Sebelum seminar ini digelar, Kepala Perpustakaan Arvaeni Pakpahan, S.Sos. mengucap syukur dan berterima kasih atas kehadiran para mahasiswa, dosen dan karyawan yang ikut seminar ini. Lewat seminar ini, Arvaeni berharap para peserta mendapatkan wawasan tentang literasi digital dan dapat mengakses bahan-bahan digital dengan mudah yang tentunya akan bermanfaat untuk menambah pengetahuan para peserta seminar.

Pada awal seminar, Imam Budi Prasetyawan mengantar materi dengan video gambaran dan informasi digital yang beredar. Usai pemutaran video, Budi mengingatkan bahwa buku-buku yang dicetak lama kelamaan juga bisa membahayakan hutan apabila masih menggunakan kertas sebagai medianya. Jika penggunaan kertas terlalu banyak, maka permintaan kayu-kayu sebagai bahan baku kertas tentu juga akan meningkat.

Dengan perkembangan dunia digital, Budi memaparkan juga perkembangan Perpustakaan yang ikut berkembang. Dari sebelumnya dikenal sebagai buku cetak dengan perkembangan teknologi maka berkembang pula buku digital. Sedangkan dari sistemnya, juga terjadi perkembangan dengan menggunakan sistem komputerisasi yang bisa menemukan sumber informasi atau buku di Perpustakaan bahkan bisa mengakses informasi dengan semakin luas.

Perkembangan dunia digital ini rupanya juga diikuti perkembangan generasi milenial yang pada zaman sekarang mempunyai ciri tersendiri dalam menggunakan media online atau digital. Menurut Budi, generasi milenial pada zaman ini juga menyukai game dan berkembang dalam membaca infografis. Akan tetapi perhatian generasi ini biasanya hanya memiliki waktu 15-20 menit saja. “Uniknya generasi sekarang, bisa mengerjakan pekerjaan secara bebarengan atau bersamaan,” ujar Budi.

Dengan adanya perkembangan digital ini, maka Budi mengajak para peserta seminar untuk teliti memanfaatkan dan menemukan sumber informasi dengan benar. Kemudian Budi memaparkan beberapa website yang bisa dipercaya dan digunakan untuk mencari sumber-sumber karya ilmiah dalam bentuk digital dalam bentuk format file PDF maupun yang lain.

Pada bagian akhir, Budi mengingatkan kepada para peserta seminar untuk cerdik dalam mencari bahan-bahan atau sumber informasi digital. Ia juga mengajak setiap orang untuk ikut mengevaluasi sumber informasi sebab tidak semua sumber informasi akurat dan sesuai dengan kebutuhan, sumber informasi tidak terorganisasi dan tidak dievaluasi seperti di Perpustakaan, Informasi dapat dibuat oleh siapa saja tanpa ada batasan, dan sumber informasi dari berbagai negara dapat kita jumpai sehingga setiap orang juga harus selektif dalam memilah-milah sumber informasi. Pada akhir seminar, Budi menutup sesi hari itu dengan lomba game Kahoot. Di akhir lomba diambil tiga pemenang yang mendapat kenang-kenangan menarik dari Panitia.

ANS.

Read 257 times Last modified on Jumat, 14 Juni 2019 11:17
Login to post comments

Newsletter

Make sure you dont miss interesting happenings by joining our newsletter program.

Hubungi Kami

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan untuk menghubungi staff kami.

  • SMS/ WhatsApp/ Line : 081285386710, 081285386725
  • Telp : 021-8649870, 8651764, 8651765 ext. 606
  • Fax : 021-8642115
  • Email: info@starki.id
  • Koordinat GPS Kampus 1 - 6°14'08.0"S 106°55'49.5"E
  • Koordinat GPS Kampus 2 - 6°11'40.6"S 106°49'00.1"E

Sosial Media

Kunjungi kami di sosial media untuk tetap terhubung.