Peran Public Relation dalam Krisis di Perusahaan

09 Mei 2019

UNTUK menambah pengetahuan dalam mata kuliah Manajemen Komunikasi Strategis yang diampu oleh Evvy Silalahi, S.E., M.Si., para mahasiswa S1 Komunikasi Sekolah Tinggi Tarakanita (STARKI) menggelar kuliah umum mengangkat topik Managing PR Crisis, A Pratical Approach dibawakan oleh Adrian Dosiwoda S.Hum., M.Si. Seminar yang diadakan di Aula STARKI Kampus 2 Thamrin City Lt. 6, Jakarta ini diharapkan juga dapat memberikan gambaran kepada para mahasiswa yang tertarik untuk menjadi PR dapat menghadapi krisis manajemen di perusahaan mereka bekerja nanti dan mengetahui cara pengelolaannya.

Adrian yang pernah menjadi wartawan dan bekerja selama 8 tahun sebagai Public Relation (PR) di Perusahaan Asuransi ini membagikan pengalaman dan mensharingkan pengetahuannya tentang peran PR dalam menghadapi krisis dalam perusahaan. Bagi SVP Corporate Affairs PT Digital Alpha Indonesia ini, Corporate Affair atau PR harus siap dan cepat mengatasi aneka komplain baik lewat telepon dan media lainnya. “Jangan sampai orang yang komplain terluapkan masalahnya ke media sosial media,” ujar Adrian, Selasa, 7 Mei 2019.

Dalam pemaparannya, Adrian membagikan pengalaman waktu bekerja di asuransi yang pernah mengalami krisis. Untuk zaman sekarang, menurutnya bisa jadi hampir setiap hari ada krisis. Para PR harus siap dan dapat mengelola krisis tersebut. Kemudian Adrian memberikan gambaran contoh-contoh peran PR dalam menangani krisis seperti mengangkat aktivitas PR dalam perusahaan ojek online. Ada sebuah perusahaan ojek online, ketika mengikuti kebijakan pemerintah dalam menaikkan tarif terjadi penurunan permintaan layanan. Dalam hal ini PR harus jeli untuk mengetahui masalah sebelum berita naik ke media. Biasanya mereka akan memantau perkembangan. Jika perkembangannya buruk, PR akan menunggu keputusan rapat pimpinan. Setelah ada keputusan, para pimpinan akan menyerahkan publikasi keputusan itu kepada PR supaya dapat menyampaikan informasi tersebut dengan baik sehingga konsumen menjadi tenang kembali.

Ia juga menceritakan usaha para PR Traveloka yang berhasil meluruskan informasi tentang upaya boikot Traveloka yang terpicu kabar bahwa pimpinan Traveloka ikut aksi walk out ketika Anies Baswedan pidato di Sekolah Kanisius. Setelah ditelusuri, kemudian PR Traveloka bisa meluruskan berita bahwa pada saat acara itu pimpinan Traveloka memang tidak hadir dalam acara tersebut dan membuat berita tentang itu dan bisa meredam upaya boikot yang akan dilakukan.

Contoh lain adalah cuitan Achmad Zaky dalam Twitter yang memicu gerakan “Uninstall Bukalapak, Muncul Viral LupaBapak, TutupLapak.” Dalam perustiwa ini, PR Bukalapak kemudian bergerak dengan baik sehingga bisa mempertemukan Achmad Zaky dengan Presiden Jokowi dan bahkan bisa mendapatkan foto pertemuan mereka berdua yang merupakan foto bernilai tinggi untuk kepentingan PR dalam memperbaiki situasi.

Lalu Adrian memutar video beberapa penanganan PR dalam beberapa kasus yang tidak ditangani secara baik sehingga merugikan perusahaan, seperti video penanganan kasus pengusiran penumpang pesawat United Airlines, penanganan pedal gas bermasalah mobil Toyota di Amerika Serikat dan peristiwa meledaknya pipa British Petroleum di Teluk Meksiko.

Ketika krisis tersebut tidak ditangani secara baik, menurut Adrian, bisa merugikan perusahaan secara finansial. Terkadang, walaupun perusahaan salah akan tetapi PR akan diminta menjaga supaya keadaan tidak menjadi semakin parah dan merugikan perusahaan. Dalam penanganannya ada bermacam-macam, salah satunya PR harus menahan untuk berkomentar, akan tetapi kadang juga dibutuhkan untuk segera memberikan klarifikasi kepada publik secepatnya jika ada masalah. Misalnya kasus jatuhnya pesawat, dalam kasus ini PR diharapkan bisa memberikan statement jika memang sudah ada kepastian dan mengabarkan bahwa perusahaan telah memberikan aneka tindakan untuk menangani masalah yang terjadi.

Akan tetapi, jika ada kasus penggelapan uang di salah satu perusahaan, informasi ini sebaiknya jangan diumbar ke luar, namun khusus untuk karyawan perusahaan sebaiknya diberitahu supaya tidak timbul aneka persepsi yang bisa dan dapat menambah citra buruk perusahaan. Untuk menangani hal ini, PR bisa menyampaikan bahwa perusahaan telah mencoba mengatasi masalah yang terjadi. Tentu saja stakeholer utama juga perlu diberitahu tentang pengatasan masalah yang sudah dilakukan. “Jangan sampai mereka kemudian menelepon, kok kami tidak diberi kabar. Jika mereka tidak percaya, mereka bisa mundur dari kerjasama dengan perusahaan,” ujarnya.

Sebagai penguat, Adrian juga mengutip pesan Ketua Umum PERHUMAS Agung Laksamana tentang peran PR dalam krisis dan cara mengangkat reputasi dan trust publik kembali. “Dalam kasus ini PR idealnya, perusahaan-perusahaan besar dan juga beberapa text book dari case study mengenai crisis communication biasanya mereka akan meminta maaf secara terbuka kepada publik dengan mengatakan bawah memang telah terjadi kasus ini, dan kami akan melakukan perubahan ini dalam waktu dekat.”

Dengan zaman yang semakin berkembang dan insiden yang juga bertambah banyak, Adrian menyarankan beberapa hal dalam penanganan krisis. Cara-cara tersebut adalah: PR harus mencegah juga harus bisa gaul di bagian manapun di perusahaan supaya tahu potensi krisis yang akan terjadi dalam perusahaan. Untuk menjaga supaya orang luar tidak tahu krisis yang terjadi juga bisa dilakukan perjanjian dengan karyawan agar menyimpan rahasia perusahaan. Organisasi juga harus melindungi data mereka secara aman. Selain itu, PR sebaiknya juga berusaha dekat dengan media. Di bagian akhir Adiran menekankan, “Krisis tidak selamanya negatif. Kita harus bisa mencari sisi positifnya juga. Jangan sia-siakan sebab pada masa krisis tersebut orang sedang memperhatikan kita dan kita harus bisa memanfaatkannya untuk mengangkat sisi positif kita,” pungkasnya.

ANS.

Read 81 times Last modified on Selasa, 14 Mei 2019 12:58
Login to post comments

Newsletter

Make sure you dont miss interesting happenings by joining our newsletter program.

Hubungi Kami

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan untuk menghubungi staff kami.

  • SMS/ WhatsApp/ Line : 081285386710, 081285386725
  • Telp : 021-8649870, 8651764, 8651765 ext. 606
  • Fax : 021-8642115
  • Email: info@starki.id
  • Koordinat GPS Kampus 1 - 6°14'08.0"S 106°55'49.5"E
  • Koordinat GPS Kampus 2 - 6°11'40.6"S 106°49'00.1"E

Sosial Media

Kunjungi kami di sosial media untuk tetap terhubung.