Putra Nababan Ajak STARKI Atasi Krisis Talenta di Indonesia

 

SORAK-sorai mahasiswa Sekolah Tinggi Tarakanita (STARKI) seru terdengar pada Jumat siang, 30/11. Mereka terpesona dengan kehadiran Putra Nababan jurnalis senior yang sudah malang melintang di dunia koran, radio, televisi dan kanal berita online. Sorak-sorai semakin kencang ketika Putra menuju ke depan panggung.

Siang itu, alumnus SMP Tarakanita yang lama menjadi wartawan dan menamatkan S1 di Amerika Serikat pada umur 20 tahun ini mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Tarakanita yang telah mendidiknya sewaktu ia mengeyam pendidikan menengah pertama di SMP Tarakanita Jakarta. Sewaktu SMP, Putra mengaku sebagai anak gaul yang banyak aktivitas sehingga nilainya menjadi kurang baik. “Puji syukur walaupun nilainya tidak baik, tetapi saya diminta keluarga untuk menempuh studi lanjut di Amerika Serikat,” ujar mantan Deputy Chief Editor RCTI TV ini sambil tersenyum.

Sewaktu SMA, Putra mengaku sudah fokus untuk menjadi wartawan. Kepada para mahasiswa STARKI yang sudah berani memilih Sekretari sebagai jalan karirnya, ia kagum karena mahasiswa STARKI sudah sejak muda berani menentukan hidupnya dengan memilih pendidikan jurusan Sekretari. Putra menyadari, jika tanpa dibantu sekretaris sewaktu bekerja akan mengalami kerepotan. Selama bekerja, semua slide presentasi, urusan surat menyurat, mengatur jadwal pertemuan, dll yang mengurus adalah sekretarisnya. Kini, setelah ia sudah tidak bekerja di Metro TV, ia harus membuatnya sendiri dan merasakan kerepotan itu.

Dalam seminar dihadiri Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan Sr Lucia Yeni Wijayatri CB, S.Pd., M.Hum., Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi (S1) F.A. Wisnu Wirawan S.Pd., M.Si., Kepala Program Studi Sekretari (D3) Dra. Bertha Reni Pudji Mawarti M.M., dan Kepala Bagian Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni Elsie Oktivera S.S., M.Si., ini, Putra memaparkan tentang gerakan talenta Indonesia. Ia sadar, Indonesia kini kekurangan orang yang fokus pada talentanya.

Pada kesempatan ini, Putra juga berharap agar para mahasiswa tidak suam-suam kuku apalagi pada pada zaman digital yang mengalami perkembangan cepat. Jika dikaitkan dengan kemajuan Indonesia ke depan, Putra mengingatkan tentang peningkatan demografi yang akan terjadi sekitar tahun 2025. Menurutnya, perkembangan ini juga akan menaikkan kebutuhan sekretaris. Diperkirakan, Indonesia bisa menjadi salah satu negara berekonomi kuat.  “Jika demikian, jangan sampai Indonesia mengimpor sekretaris dari luar negeri. Dengan perubahan peta kekuatan ekonomi dunia, Indonesia harus memiliki lebih banyak generasi muda dengan kualifikasi talent, bukan sekadar pekerja biasa. Indonesia harus menjadi tuan di rumah sendiri,” ujarnya.

Dengan mengangkat tema seminar “Unleash The Potential and Creativity ini Digital Era”, Putra berharap Indonesia memiliki generasi muda yang dapat mengoptimalkan kemampuan bukan menjadi generasi yang pas-pasan. Ia menyayangkan, sampai sekarang masih banyak orang yang hanya berpikiran untuk berkarir menjadi Pegawai Negeri Sipil dan bekerja hanya untuk status tidak berdasar pada talenta dimiliki. Menurutnya, jika banyak orang hanya bekerja “yang penting datang” tanpa keinginan berkembang justru akan merepotkan perusahaan yang memperkerjakannya.

Saat ini, Putra sedang gelisah dengan krisis talenta di Indonesia. Ia menunjukkan sebuah riset yang menunjukkan bahwa Indonesia diperkirakan mengalami defisit talenta sebesar 56%. Kekhawatiran Putra juga dikuatkan dengan survei Global Talent Competitiveness Index (GTCI) tahun 2018 yang menunjukkan bahwa Indonesia menempati rangking 77 dari 119 negara. “Jika Indonesia kalah dengan sumber daya manusia dari luar, bisa-bisa kita menjadi tamu di rumah sendiri. Untuk mengatasinya Indonesia harus bisa menjadi pemasok kebutuhan sumber daya manusianya di negeri sendiri,” tegasnya.

Managing Editor Surat Kabar Rakyat Merdeka tahun 1995-2001 ini juga mengingatkan kepada para mahasiswa STARKI tentang pembahasan Presiden Joko Widodo dan pemilik Alibaba, Jack Ma sewaktu datang ke Jakarta yang membahas tentang pengembangan Sumber Daya Manusia. Dalam kesempatan itu disadari bahwa talenta menjadi isu nomor satu di dunia. “Saking cepatnya pertubuhan ekonomi digital ini, sumber daya manusia kadang masih belum bisa mengejar,” kata Putra.

Untuk mengatasi kekurangan talenta itu, Putra memberikan satu solusi yaitu peningkatan keterampilan salah satunya skill plug and play. Menurutnya ada 10 skill yang harus dimiliki orang dalam bekerja, namun dalam kesempatan ini, Putra hanya mengingatkan tiga saja yaitu kemampuan Agile Thingking Skills atau kemampuan berpikir cepat. Yaitu skill kecepatan berpikir dan menjalankan beragam skenario secara simultan dan inovatif. Yang kedua, peningkatan Interpersonal dan Communications skills dan yang ketiga, Global operating Skils. Menurut Putra, kebutuhan berbagai lembaga di Indonesia dan dunia kini membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu berkolaborasi atau bekerja secara team work. Kolaborasi efektif yang diharapkan, adalah kolaborasi dengan orang-orang yang berkemampuan khusus dengan keahlian yang berbeda-beda. “Jadi bukan hanya kumpulan sekretaris saja, tetapi aneka SDM yang berbeda-beda yang bisa berkolaborasi,” paparnya.

Sayang, tantangan yang dihadapi pada masa sekarang menurut Putra adalah lembaga-lembaga pendidikan atau universitas yang belum mampu menyiapkan generasi penerus sesuai kebutuhan industri. Salah satu tips untuk mencapai ketiga skill yang disebutkan, Putra menyarankan kepada para mahasiswa STARKI untuk mengenali diri sendiri terlebih dahulu, mengenali segala kemampuan diri, mengenal potensi-potensi yang dimiliki, dan mengembangkan diri mereka dengan aneka pelatihan yang bisa diikuti. “Dan supaya memiliki semangat kerja yang bagus, kalian juga harus merencanakan masa depan supaya ke depan hidup kalian bisa menjadi lebih baik lagi,” pesan pria kelahiran Jakarta 28 Juli 1974 ini.

Setelah dua sesi tanya jawab, Putra mengakhiri kuliah umumnya dan seminar ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari Sr Lucia Yeni CB kepada Putra Nababan.

 (ANS)

 

 

Read 61 times
Login to post comments

Newsletter

Make sure you dont miss interesting happenings by joining our newsletter program.

Hubungi Kami

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan untuk menghubungi staff kami.

  • SMS/ WhatsApp/ Line : 081285386710, 081285386725
  • Telp : 021-8649870, 8651764, 8651765 ext. 606
  • Fax : 021-8642115
  • Email: info@starki.id
  • Koordinat GPS Kampus 1 - 6°14'08.0"S 106°55'49.5"E
  • Koordinat GPS Kampus 2 - 6°11'40.6"S 106°49'00.1"E

Sosial Media

Kunjungi kami di sosial media untuk tetap terhubung.