Ungkapan Kasih untuk Para Suster CB di CBDay STARKI

 

(Para Suster CB yang berkarya di Yayasan Pendidikan Tinggi Tarakanita menerima kenang-kenangan dari STARKI. Dok. STARKI)

SABTU, 3 November 2018 yang lalu merupakan hari bahagia untuk Suster-suster kongregasi Carolus Borromeus (CB) yang berkarya di Yayasan Pendidikan Tinggi Tarakanita. Hari itu mereka merayakan perayaan Carolus Borromeus (CB) Day bersama para Dosen, Karyawan dan Perwakilan Mahasiswa Sekolah Tinggi Tarakanita – STARKI di Aula Bintang Samudera STARKI, Kompleks Billy & Moon Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Teristimewa juga, dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin Romo Victorius Rudi Hartono didampingi Romo Padmaseputra SJ hari itu juga diadakan Kaul Sementara Sr Skolastika CB. Usai Ekaristi dan sambutan Ketua STARKI Sr Brigitta Veronica Raimundawati CB, S.Pd., M.T.Pd., acara dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan untuk Para Dosen yang produktif dalam menghasilkan karya ilmiah dan Karyawan yang rajin masuk tepat waktu serta mengikuti doa pagi, penampilan Tari Bajidor Kahot, Pembagian Doorprize Sesi 1, dan penampilan Paduan Suara Seraphim. Selesai mendengar lantunan merdu Paduan Suara Seraphim, para Suster-suster CB yang berkarya di Yayasan Pendidikan Tinggi Tarakanita diminta maju ke depan panggung untuk menerima kenang-kenangan.

Usai pemberian kenang-kenangan, Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Tarakanita Drs A. Joko Nugroho mengucapkan selamat dan proficiat kepada para Suster CB dalam sambutannya. Ia mengingatkan kepada hadirin tentang karya Suster-suster CB Indonesia yang sudah berkarya dari Bengkulu sampai Dili, bahkan juga ada yang sudah sampai di Afrika dan Eropa.

Menyinggung tema yang diangkat dalam perayaan itu, “Membangun Semangat Pembaharuan dalam Kebhinekaan”, Joko Nugroho mengingatkan kembali kepada asal kata dari Bhinneka Tunggal Ika yang diambil dari Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular pada zaman Kerajaan Majapahit abad ke-14. “Kalimat itu diambil dari kata Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa yang berarti Terpecah belahlah itu tetapi tetap satu jualah,” ujar Joko.

Pada zaman Majapahit, saat itu ada dua agama besar yaitu Buddha dan Siwa. Raja Hayam Wuruk beragama Siwa dan Mpu Tantular beragama Buddha. Mereka dapat hidup rukun. Semangat ini kemudian diangkat kembali dan dipakai untuk merumuskan pembukaan UUD 1945. Mengulang kembali pesan dari Romo Rudi dalam khotbah, Joko Nugroho juga menekankan pentingnya silaturahmi. Ia berharap dalam internal STARKI juga perlu menggalang silaturahmi antar Mahasiswa, Dosen dan Karyawan. “Semangat membangun ini bisa dilaksanakan apabila kita memiliki kepekaan. Peka terhadap lingkungan, juga kepada penderitaan orang lain. Selain itu juga harus memiliki kemauan untuk berubah menuju kebaikan,” katanya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan Band Mahasiswa STARKI, Dance Dosen dan Karyawan, Games dengan aplikasi Kahoot, pembagian Doorprize sesi 2 dan Doa Penutup. Selepas Doa Penutup, Para Suster CB yang berkarya di Yayasan Pendidikan Tinggi Tarakanita berjajar kembali di depan panggung untuk menerima ucapan selamat dari para hadirin. Tampak senyum ceria menghiasi wajah Suster-suster CB ketika menerima ucapan selamat dari hadirin dalam perayaan CB Day 2018 STARKI tersebut.

 

(ANS).

 

Login to post comments

Newsletter

Make sure you dont miss interesting happenings by joining our newsletter program.

Hubungi Kami

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan untuk menghubungi staff kami.

  • SMS/ WhatsApp/ Line : 081285386710, 081285386725
  • Telp : 021-8649870, 8651764, 8651765 ext. 606
  • Fax : 021-8642115
  • Email: info@starki.id
  • Koordinat GPS Kampus 1 - 6°14'08.0"S 106°55'49.5"E
  • Koordinat GPS Kampus 2 - 6°11'40.6"S 106°49'00.1"E

Sosial Media

Kunjungi kami di sosial media untuk tetap terhubung.