STARKI Siapkan Tim Promosi Kampus

15 Oktober 2018

 

TEPUK tangan dan sorak-sorai mewarnai suasana Rapat Gedung Carlo Kompleks Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari (STIKS) Tarakanita atau Sekolah Tinggi Tarakanita (STARKI) Jakarta, di Kompleks Kampus Billy & Moon, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Sabtu siang, 13 Oktober 2018. Keramaian itu muncul dalam kegiatan Pelatihan Public Speaking dan Presentation Making sesi praktik presentasi. Hari itu, para peserta pelatihan terlihat antusias membawakan presentasi yang telah mereka persiapkan. Tak kalah dengan peserta yang praktik presentasi, para peserta yang ikut mendengarkan juga bersemangat praktik menjadi audiens dan menggambarkan diri mereka sebagai siswi-siswi SMA-SMK yang akan menjadi target promosi kampus STARKI.

 

Pelatihan dari pagi sampai sore itu dibawakan oleh Ibu Marta dan Jesica dari Tim MarkPlus Institute dan diikuti anggota Senat Mahasiswa (SEMA) STARKI, Duta Kampus STARKI, pewakilan Himpunan Mahasiswa Komunikasi Tarakanita (HMKT), Staf Humas STARKI, dan perwakilan karyawan. Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan Sr Lucia Yeni Wijayatri CB, S.Pd., M.Hum.

 

Dalam sesi pertama pelatihan, peserta mendapat pembekalan cara membuat presentasi yang baik menggunakan MS PowerPoint. Salah satu teknik yang diberikan adalah membuat presentasi yang efektif dan efisien. Salah satu kuncinya, dalam setiap slider presentasi diharapkan fokus pada satu topik. “Karena waktu presentasi yang terbatas dan tidak mudah mendatangkan orang untuk mau mendengarkan presentasi, materinya diharapkan tidak bertele-tele namun harus efisien,” ujar Ibu Marta.

 

Selain konten, isi presentasi juga harus memperhatikan Contex supaya presentasi yang dibuat menjadi lebih menarik, juga proses Delivery supaya cara mengkomunikasikan bisa lebih efektif. Agar konten slide presentasi berkaitan topiknya, dalam pembuatan presentasi perlu membuat pohon ide yang dibagi-bagi ke dalam beberapa sub-sub ide.

 

Untuk menjaga supaya presentasi tidak membosankan, di dalam bahan presentasi juga perlu disertakan gambar atau video. Dari sisi tulisan, diusahakan dibuat singkat dan padat. Slide yang terlalu banyak tulisan, akan mudah membuat lelah para peserta sewaktu melihat. Untuk itu, dalam satu slide sebaiknya memuat satu topik serta memuat maksimal tiga pesan. Usai diberi pengantar pembuatan presentasi yang efektif, para peserta diminta membuat bahan presentasi.

 

Usai makan siang, Ibu Marta memaparkan kembali cara-cara presentasi. Untuk tampil baik, fasilitator diharapkan memahami peserta yang ikut, pesan, tujuan presentasi, memperhatikan eye contact, modulasi suara, gerakan juga gestur tubuh sewaktu presentasi. “Ketika berbicara, fasilitator diharapkan tetap bisa percaya diri, natural, entusias, dan yakin. Mereka juga harus bisa menyesuaikan diri dengan audiens dan mampu mengontrol rasa gugup,” tutur Ibu Marta.

 

Selama presentasi, fasilitator harus memperhatikan saat Opening, Pemaparan Isi Konten, dan Closing. Pada bagian Opening, fasilitator diharapkan dapat menarik perhatian peserta pada 30 detik pertama presentasi. Jika pada awal presentasi sudah membosankan, biasanya peserta akan terus merasa bosan sampai akhir. Oleh karena itu, bagian Opening menentukan jalannya presentasi. Sedangkan untuk mengatasi kebosanan pada pertengahan presentasi, Ibu Marta meminta para fasilitator perlu membuat ice breaking. Pengetahuan ice breaking dapat dipelajari dari video-video pada website Youtube.

 

Pada akhir materi kedua, Ibu Marta juga memberikan tips agar fasilitator rileks pada awal presentasi. Salah satu caranya dengan senam mulut atau mengunyah permen karet sebelum presentasi dengan tujuan supaya mulut menjadi lebih rileks. Jika para fasilitator enak dan menarik dalam penyampaian presentasi peserta juga akan merasa senang dan siap menerima bahan yang akan diberikan. Apabila para peserta sudah senang mendengarkan pada pertengahan presentasi, jangan lupa pada bagian Closing atau penutup, fasilitator presentasi harus bisa membuat kesimpulan atau key point yang paling penting. “Supaya menarik, pada bagian akhir, juga bisa diakhiri dengan humor,” saran Ibu Marta.

 

Usai mendengarkan pengantar praktik presentasi, setelah makan siang sampai pukul 17.00 WIB, peserta pelatihan mempraktikan presentasi satu persatu membawakan bahan presentasi yang sudah mereka buat. Setelah praktik selesai, Ibu Marta memberikan kritik dan masukan kepada semua peserta yang praktik. Pada akhir presentasi, dipilih dua peserta yang terbaik dalam membawakan materi presentasi. Kepada mereka berdua, Tim MarkPlus Institute memberikan hadiah majalah Marketeers edisi terbaru.

 

Di akhir pelatihan, Sr Lucia Yeni Wijayatri CB, S.Pd., M.Hum yang ikut menemani para peserta pelatihan dari pagi sampai sore menyatakan kepuasan dan rasa bangganya kepada para peserta yang sudah mempraktikkan hasil presentasi mereka dengan antusias. Sr Yeni optimis, para peserta yang sudah dibekali pelatihan siap membantu promosi STARKI di sekolah-sekolah dan pameran pendidikan.

 

Login to post comments

Newsletter

Make sure you dont miss interesting happenings by joining our newsletter program.

Hubungi Kami

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan untuk menghubungi staff kami.

  • SMS/ WhatsApp/ Line : 081285386710, 081285386725
  • Telp : 021-8649870, 8651764, 8651765 ext. 606
  • Fax : 021-8642115
  • Email: info@starki.id
  • Koordinat GPS Kampus 1 - 6°14'08.0"S 106°55'49.5"E
  • Koordinat GPS Kampus 2 - 6°11'40.6"S 106°49'00.1"E

Sosial Media

Kunjungi kami di sosial media untuk tetap terhubung.